pemeliharaan anggrek
Menanam bibit
Kegiatan penanaman dalam budidaya anggrek meliputi dua tahap yaitu penanaman bibit dari botolan (hasil perbanyakan kultur jaringan) dan bibit dari kominitas pot (kompot). .
Penanaman bibit botolan (hasil kultur jaringan)
Bibit yang semula hidup nyaman di lingkungan botol dengan cadangan makanan berlimpah, harus dipindahkan ke luar dengan kondisi media dan lingkungan yang berfluktuatif. Apabila penanganan dan perawatan tidak intensif keberhasilan hidup bibit akan rendah. Kegiatan pengeluaran bibit dari botol, pengaturan lingkungan hidup, dan pemeliharan bibit disebut dengan kegiatan aklimatisasi.
Tahapan aklimatisasi
(1). Pemilihan bibit botolan.
Bibit yang akan ditanam harus dipilih agr hasil optimal. Kriteria bibit yang baik adalah:
• Asal-usul bibit jelas (induk dari tanaman yang produktif, sehat, dan menarik)
• Sebagian besar daun sudah menyentuh dinding botol
• Media dan tanaman dalam botol tidak terserang jamur
Proses mengeluarkan bibit dari botol tampaknya sederhana. Namun hasilnya belum tentu memuaskan. Terkadang pertumbuhan awal saat dipindah tampak baik, perlaaahan mengalami kemunduran, dan akhirnya mengering. Dalam satu botol umumnya berisi 25-50 anak semai. Anakan ditanam pada 2 pot kompot, masing-masing 25 bibit. Setelah dirawat 3-6 bulan, kompot siap dipindah.
Penanaman bibit kompot
Setelah bibit beranjak besar, saatnya untuk memindahkan ke pot tunggal. Bibit yang sama besar dipisahkan dari bibit kecil. Masing-masing ditanam tersendiri. Bibit diletakan di rumah pembibitan sehingga terlindung dari air hujan dan agak redup karena dinaungi 75%. Setelah 4 bulan, kompot itu bisa ditanam sebagai seedling
Memupuk
Tanaman anggrek sangat membutuhkan pupuk untuk pertumbuhan dan produksi secara optimal. Pupuk yang dibutuhkan adalah pupuk yang mengandung unsur hara makro dan unsur hara mikro.
Pupuk mulai diberikan saat tanaman berumur sebulan sejak keluar dari botol (kompot). Selanjutnya selama hidup anggrek harus dipupuk secara rutin, minimal satu minggu sekali. Sebagai tanaman epifit, akar anggrek memiliki kemampuan menyerap hara dari udaraKegiatan memupuk tanaman hias meliputi: memilih jenis pupuk, menghitung kebutuhan pupuk, menyiapkan peralatan pemupukan, melaksanakan prosedur pemupukan.
1). Memilih jenis pupuk
Pupuk dapat dibedakan menjadi pupuk alam dan buatan. Pupuk alam adalah pupuk yang langsung didapat dari alam misalnya pupuk fosfat alam, pupuk organik (pupuk kandang, kompos) dan sebaginya. Jumlah dan jenis unsur hara dalam pupuk alam terdapat secara alami. Pupuk buatan adalah pupuk yang dibuat di pabrik dengan jenis dan kadar unsur haranya sengaja ditambahkan dalam pupuk tersebut dalam jumlah tertentu.
Pupuk buatan dapat dibedakan menjadi pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pupuk tunggal adalah pupuk yang hanya mengandung satu macam unsur hara misalnya pupuk N, pupuk P. Pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung lebih dari satu misalnya N-P-K dan beberapa pupuk selain mengandung unsur N,P,K juga mengandung unsur mikro (Zn, Fe, Cu, Mo, Mn dll) Pupuk yang dibutuhkan anggrek adalah pupuk majemuk atau pupuk lengkap, bisa berasal dari organik maupun dari an organikPupuk buatan merupakan pupuk yang dibuat di dalam pabrik. Bahannya dari bahan anorganik dan dibentuk dengan proses kimia sehingga pupuk ini lebih dikenal dengan nama pupuk anorganik. Pupuk anorganik umumnya mempunyai kandungan zat hara tinggi . Pupuk ini tidak diperoleh di alam, tetapi merupakan hasil ramuan di pabrik. Oleh karena pupuk anorganik dibuat manusia, maka kandungan haranya dapat beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Dibandingkan dengan pupuk organik, pupuk anorganik mempunyai keunggulan sebagai berikut.
• Kandungan zat haranya dalam pupuk anorganik dibuat secara tepat.• Pemberiannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.• Pupuk anorganik mudah dijumpai karena tersedia dalam jumlah banyak.• Praktis dalam transportasi dan menghemat ongkos angkut.• Beberapa jenis pupuk anorganik langsung dapat diaplikasikan sehingga menghemat waktu.
Pupuk yang biasa digunakan untuk tanaman anggrek adalah pupuk daun, dimana ini merupakan pupuk lengkap yaitu mengandung hara makro (N,P,K) dan unsur hara mikro. Fungsi unsur hara
2). Menghitung kebutuhan pupuk
Faktor yang berpengaruh terhadap perhitungan kebutuhan pupuk anggrek adalah : varietas tanaman, fase/umur tanaman, dan kandungan unsur hara dalam pupuk. Pupuk diberikan sesuai porsi pertumbuhan atau melihat sosok tanaman. Semakin besar tanaman, dosis yang dibutuhkan kian banyak, karena semua bagian tanaman terutama daun dan batang harus terkena pupuk. Demikian komposisi nutrisi dalam pupuknya bervariasi tergantung fase pertumbuhan. Pada awal pertumbuhan kebutuhan unsur hara N, P, dan K seimbang, selanjutnya pada fase vegetative aktif, kebutuhan unsur N relatif lebih tinggi disbanding unsur yang lain. Pada pertumbuhan generatif, kebutuhan unsur P lebih tinggi dibanding unsur lain.Contoh perhitungan
Pada umur 1 bulan, tanaman perlu dipupuk dengan pupuk daun. Dosis pupuk pertanaman 25 cc larutan. Konsentrasi larutan 2 gr per liter air. Berapa jumlah gram pupuk yang dibutuhkan apabila jumlah tanamannya 1000 tanaman?Jawab
Dosis pupuk per tanaman 25 cc larutan. Jumlah tanaman 1.000, sehingga jumlah larutan pupuk yang dibutuhkan adalah: 1.000 x 25 cc = 25.000 cc= 25 liter.Konsentrasi larutan adalah 2 gr per literJadi pupuk yang dibutuhkan adalah: 25 x 2 gr = 50 grm
3). Metode pemupukan
Waktu pemupukan yang baik adalah pagi hari. Hindari pemupukan pada siang hari, pada saat matahari bersinar terik karena proses penguapan pada tanaman saat itu berlangsung cepat, dikhawatirkan terjadi akumulasi garam-garam di permukaan jaringan tanaman. Akibatnya penyerapan air dan hara terhambat oleh garam yang menumpuk. Bila erkelanjutan, pertumbuhan tanaman lebih lambat. Pemupukan bibit kompot dilakukan setelah terbentuk akar-akar baru. Gunakan pupuk majemuk dengan kadar N tinggi. Konsentrasi larutan 1 gram/liter air. Dilakukan 2 kali seminggu. Setelah 6 bulan atau tinggi anakan mencapai 10 cm, bibit dalam kompot siap dipindahkan (bibit seedling)
Bibit seedling dalam pot individu diberi pupuk majemuk dengan kadar N, lebih tinggi dari P dan K. Konsentrasi larutan 2 gram/liter air. Dilakukan 2 kali seminggu.Tanaman remaja diberi pupuk majemuk dengan konsentrasi N,P,K seimbang. Konsentrasi larutan 2 gram/liter air. Dilakukan 2 kali seminggu
Tanaman memasuki tahap pembungaan, dipupuk dengan pupuk majemuk konsentrasi P lebih tinggi dibanding N dan K. Dilakukan minimal 2 kali seminggu. Konsentrasi larutan 2-3 gram/liter air.
Selain pupuk cair, tanaman juga dipupuk dengan pupuk slow release yaitu pupuk yang melepascan hara sesuai kebutuhan tanaman. Ada tiga jenis pupuk slow release yakni aplikasi 3 bulan, 6 bulan, dan 18 bulan. Pengangrek banyak menggunakan aplikasi 3 bulan.Cara aplikasi pupuk
(1). Siapkan wadah, misal bak permanen, drum, atau tong. Volume wadah diberi tanda pas, misal 1 liter, 500 liter, atau 1.000 liter.
(2). Isi wadah dengan air sesuai volume yang akan digunakan. Misal untuk 1.000 liter, maka dimasukan 1-2 kg pupuk.
(3). Aduk pupuk hingga benar-benar larut dalam air. Pastikan mengaduk secara sempurna, sehingga seluruh kandungan pupuk larut dalam air.
(4). Pada penggunaan pupuk skala luas, aktifkan pompa untuk menyemprot pupuk. Gunakan selang dengan nozzle yang menyemprot sangat halus. Arahkan ke seluruh bagian tanaman. Jarak nozzle ke daun berkisar 50 cm.
(5). Usahakan agar seluruh permukaan daun terkena semprotan. Jadi butiran pupuk harus betul-betul sampai ke tajuk tanaman, yang lolos dari daun akan diterima akar dan media.
(6). Lakukan pemupukan pada pagi atau sore hari sebelum jam16.00
Pemakaian 2 jenis pupuk dianjurkan secara bergantian agar tidak terjadi kejenuhan yang membuat tanaman kelebihan unsur.
Kegiatan penanaman dalam budidaya anggrek meliputi dua tahap yaitu penanaman bibit dari botolan (hasil perbanyakan kultur jaringan) dan bibit dari kominitas pot (kompot). .
Penanaman bibit botolan (hasil kultur jaringan)
Bibit yang semula hidup nyaman di lingkungan botol dengan cadangan makanan berlimpah, harus dipindahkan ke luar dengan kondisi media dan lingkungan yang berfluktuatif. Apabila penanganan dan perawatan tidak intensif keberhasilan hidup bibit akan rendah. Kegiatan pengeluaran bibit dari botol, pengaturan lingkungan hidup, dan pemeliharan bibit disebut dengan kegiatan aklimatisasi.
(1). Pemilihan bibit botolan.
Bibit yang akan ditanam harus dipilih agr hasil optimal. Kriteria bibit yang baik adalah:
• Asal-usul bibit jelas (induk dari tanaman yang produktif, sehat, dan menarik)
• Sebagian besar daun sudah menyentuh dinding botol
• Media dan tanaman dalam botol tidak terserang jamur
Proses mengeluarkan bibit dari botol tampaknya sederhana. Namun hasilnya belum tentu memuaskan. Terkadang pertumbuhan awal saat dipindah tampak baik, perlaaahan mengalami kemunduran, dan akhirnya mengering. Dalam satu botol umumnya berisi 25-50 anak semai. Anakan ditanam pada 2 pot kompot, masing-masing 25 bibit. Setelah dirawat 3-6 bulan, kompot siap dipindah.
Penanaman bibit kompot
Setelah bibit beranjak besar, saatnya untuk memindahkan ke pot tunggal. Bibit yang sama besar dipisahkan dari bibit kecil. Masing-masing ditanam tersendiri. Bibit diletakan di rumah pembibitan sehingga terlindung dari air hujan dan agak redup karena dinaungi 75%. Setelah 4 bulan, kompot itu bisa ditanam sebagai seedling
Suplemen
Selain pupuk utama, untuk memacu pembungaan yang optimal, anggrek disemprot dengan suplemen, diantaranya adalah vitamin B1 yang mengandung thiamin. Suplemen ini berfungsi mempercepat pertumbuhan, dan pemulihan tenaga usai pindah tanam, mulai dari kompot, seedling, remaja, hingga dewasa. Selain vitamin B1, yang termasuk suplemen adalah fitohormon, yaitu suatu zat yang dalam jumlah kecil mampu memacu pertumbuhan.
a. Menyiram/ Mengairi tanaman
Pada masa pertumbuhan, anggrek memerlukan banyak air. Sel-sel aktif tanaman muda giat membelah diri, sehingga dibutuhkan air dalam jumlah optimal.
Pada masa pertumbuhan, anggrek memerlukan banyak air. Sel-sel aktif tanaman muda giat membelah diri, sehingga dibutuhkan air dalam jumlah optimal.
1). Peran air
· Sebagai pelarut hara
· Bahan utama proses fotosintesis dan proses metabolisme lainnya
· Mempertahankan turgor dan pengatur suhu
Kekeringan berkepanjangan bisa mengakibatkan dehidrasi. Akibatnya pseudobulb menjadi mengkerut dan pertumbuhan terhambat.
Idealnya air yang digunakan adalah air tanah. Namun, air dari PDAM pun bisa dipilih, syaratnya telah diendapkan selama 24 jam untuk menghilangkan unsur Cl. Kandungan Cl yang terakumulasi dikhawatirkan berpengaruh negatif terhadap tanaman. Air siraman yang baik ber pH 6.00
2). Teknologi irigasi
Lantaran rutin setiap hari, usahakan penyiraman dilaksanakan seefisien mungkin. Bila dulu dilakukan secara manual, berikutnya mulai disemprot dengan bantuan selang dan sprayer. Teknologi berikutnya membangun jaringan irigasi. Dengan teknologi ini, maka tanaman terjamin kebutuhan airnya sesuai pertumbuhan. Teknologi irigasi bisa diterapkan pada kebun skala kecil maupun luas.
Jaringan irigasi ini juga bisa dilengkapi dengan sprinkle atau keran otomatis . Sprinkle yang dipilih berbentuk setengah lingkaran yang dipasang pada kedua sisi rak; atau sprinkle lingkaran penuh yang dipasang di tengah rak.
Frekuensi dan volume penyiraman tergantung jenis media, ukuran tanaman, jenis pot, suhu udara, kelembaban udara, dan kecepatan angin. Media kaliandra, sabut kelapa, dan pakis banyak menyerap air, sedangkan media arang, batu apung kurang menyerap air.
Untuk itu frekuensi penyiramannya berbeda. Bila cuaca panas, lakukan penyiraman dua kali sehari, pagi sekitar pukul 06.00-07.00 dan sore sekitar pukul 17.00 – 18.00. Bila musim hujan frekuensi penyiraman dikurangi. Air yang berlimpah akan membuat akar dan daun mudah busuk, ditandai dengan daun layu menguning dan keluar air saat ditekan.
Untuk mengetahui waktu penyiraman kebanyakan pekebun melakukan secara manual. Media kaliandra dan pakis, kelembabannya diketahui dengan cara memasukkan jari kedalam media. Bila terasa
· Sebagai pelarut hara
· Bahan utama proses fotosintesis dan proses metabolisme lainnya
· Mempertahankan turgor dan pengatur suhu
Kekeringan berkepanjangan bisa mengakibatkan dehidrasi. Akibatnya pseudobulb menjadi mengkerut dan pertumbuhan terhambat.
Idealnya air yang digunakan adalah air tanah. Namun, air dari PDAM pun bisa dipilih, syaratnya telah diendapkan selama 24 jam untuk menghilangkan unsur Cl. Kandungan Cl yang terakumulasi dikhawatirkan berpengaruh negatif terhadap tanaman. Air siraman yang baik ber pH 6.00
2). Teknologi irigasi
Lantaran rutin setiap hari, usahakan penyiraman dilaksanakan seefisien mungkin. Bila dulu dilakukan secara manual, berikutnya mulai disemprot dengan bantuan selang dan sprayer. Teknologi berikutnya membangun jaringan irigasi. Dengan teknologi ini, maka tanaman terjamin kebutuhan airnya sesuai pertumbuhan. Teknologi irigasi bisa diterapkan pada kebun skala kecil maupun luas.
Jaringan irigasi ini juga bisa dilengkapi dengan sprinkle atau keran otomatis . Sprinkle yang dipilih berbentuk setengah lingkaran yang dipasang pada kedua sisi rak; atau sprinkle lingkaran penuh yang dipasang di tengah rak.
Frekuensi dan volume penyiraman tergantung jenis media, ukuran tanaman, jenis pot, suhu udara, kelembaban udara, dan kecepatan angin. Media kaliandra, sabut kelapa, dan pakis banyak menyerap air, sedangkan media arang, batu apung kurang menyerap air.
Untuk itu frekuensi penyiramannya berbeda. Bila cuaca panas, lakukan penyiraman dua kali sehari, pagi sekitar pukul 06.00-07.00 dan sore sekitar pukul 17.00 – 18.00. Bila musim hujan frekuensi penyiraman dikurangi. Air yang berlimpah akan membuat akar dan daun mudah busuk, ditandai dengan daun layu menguning dan keluar air saat ditekan.
Untuk mengetahui waktu penyiraman kebanyakan pekebun melakukan secara manual. Media kaliandra dan pakis, kelembabannya diketahui dengan cara memasukkan jari kedalam media. Bila terasa
lembab dan hangat, berarti penyiraman ditunda. Untuk arang, permukaan licin, ketika dipotes sedikit, getas tanda kering, sehingga perlu disiram. Pada kebun yang luas untuk mendeteksi kelembaban dapat dengan menggunakan alat hyangrometer. Kelembaban rendah berkorelasi dengan suhu yang tinggi. Hal ini menunjukkan titik air di sekitar pertanaman kurang, sehingga harus ditambah lewat penyiraman.
Penyiraman kompot dan seedling digunakan sprayer bernozzle kecil. Nozzle ini mengeluarkan butiran sangat halus. Penggunaan nozzle besar tidak disarankan lantaran menghasilkan butiran air besar. Akibatnya tanaman goyah, akar anggrek gagal melekat di media dan pertumbuhan lebih lambat.
Penyiraman tanaman remaja dan dewasa, dibantu dengan nozzle no 3. Tanaman sudah mampu menahan butiran air lebih besar, namun tetap harus hati-hati saat menyiram tanaman berbunga, karena tangkai bisa patah. Basahi tanaman dan media hingga air menetes tanda media jenuh air. Pastikan semua tanaman mendapat penyiraman yang sama agar pertumbuhan seragam.
lembab dan hangat, berarti penyiraman ditunda. Untuk arang, permukaan licin, ketika dipotes sedikit, getas tanda kering, sehingga perlu disiram. Pada kebun yang luas untuk mendeteksi kelembaban dapat dengan menggunakan alat hyangrometer. Kelembaban rendah berkorelasi dengan suhu yang tinggi. Hal ini menunjukkan titik air di sekitar pertanaman kurang, sehingga harus ditambah lewat penyiraman.
Penyiraman kompot dan seedling digunakan sprayer bernozzle kecil. Nozzle ini mengeluarkan butiran sangat halus. Penggunaan nozzle besar tidak disarankan lantaran menghasilkan butiran air besar. Akibatnya tanaman goyah, akar anggrek gagal melekat di media dan pertumbuhan lebih lambat.
Penyiraman tanaman remaja dan dewasa, dibantu dengan nozzle no 3. Tanaman sudah mampu menahan butiran air lebih besar, namun tetap harus hati-hati saat menyiram tanaman berbunga, karena tangkai bisa patah. Basahi tanaman dan media hingga air menetes tanda media jenuh air. Pastikan semua tanaman mendapat penyiraman yang sama agar pertumbuhan seragam.
Posting Komentar untuk "pemeliharaan anggrek"
Posting Komentar