Pengendalian Hama dan Penyakit anggrek

 Pengendalian Hama dan Penyakit

 Salah satu kendala dalam budidaya anggrek adalah serangan hama dan penyakit. Organisme penggangu tanaman itu menyerang seluruh bagian dan tahapan pertumbuhan.

 1).    Hama

Hama yang menyerang anggrek dapat digolongkan berdasarkan bagian tanaman yang diserang, yaitu hama hama daun, hama bunga, dan hama pengorok.

Berikut beberapa hama yang merusak

(1).    Hama Belalang

Karakter hama

·      Serangga berwarna hijau muda ini suka memakan pucuk-pucuk daun dan bunga

·      Kerusakan    yang    ditimbulkan    cukup    parah    karena   bisa berpindah dari suatu tanaman ke tanaman lain.

 Gejala

·      Daun terserang rusak bagian pinggiran. Gigitan tampak dengan luka bergerigi tak beraturan dab berwarna hitam..

Pengendalian

Pengendalian kimiawi: semprotkan insektisida yang bersifat racun kontak dan sistemik

Pengendalian mekanik: bila jumlahnya sedikit, langsung dimusnahka

(2). Ulat daun

Karakter hama

Amat menyenangi daun muda, tunas daun, kuncup bunga, dan bunga mekar

Larva ulat berukuran 35 mm

Merusak daun muda dengan cara menggerogoti mulai dari pinggir atau ujung daun. Bila tidak dikendalikan, seluruh daun bisa habis

Gejala:

Daun muda, tunas daun, dan kuncup bunga robek mulai dari pinggir.

Pengendalian

Pengendalian kimiawi: semprotkan insektisida yang bersifat racun kontak dan sistemik

Pengendalian mekanik: bila jumlahnya sedikit, langsung dimusnahkan

(2). Ulat daun

Karakter hama

Amat menyenangi daun muda, tunas daun, kuncup bunga, dan bunga mekar

Larva ulat berukuran 35 mm

Merusak daun muda dengan cara menggerogoti mulai dari pinggir atau ujung daun. Bila tidak dikendalikan, seluruh daun bisa habis

Gejala:

Daun muda, tunas daun, dan kuncup bunga robek mulai dari pinggir.

Pengendalian

Bila serangan sedikit sekitar 2-5 ulat, segera ambil dan musnahkan

Serangan tinggi, semprotkan insektisida sistemik berbahan aktif BPMC, MIPC atau Proclaim, seperti Emcindo 500 EC, Hapacin 50 WP, Bassa 500 EC, Tamabas 500 EC

Singkirkan tanaman yang terserang

(3). Tungau merah (Tetranychus urtacae)

Karakter :

Menyerang bagian lunak, seperti tunas atau bakal tangkai bunga

Menghisap cairan daun

Banyak ditemui pada musim kemarau

Vektor penyeba virus

Gejala

Usap daun dengan kapas, jika ada titik merah itu pertanda kehadirannya

Pada daun ada luka nekrotis berupa titik merah yang akan menghitam

Daun menjadi keriput dan akhirnya rontok

Pengendalian

Mekanis : isolasi tanaman yang sudah parah, lalu dicabut dan dibakar

Kimiawi: semprotkan akarisida Mitac 200 EC dengan konsentrasi 1-1,5 ml/l air atau gosokan kapas yang telah dicelupkan dalam alkohol 70 %.

(4). Thrips (Dichromothrips smithi)

Karakter :

Menempel di buku-buku batang, daun muda dan putik bunga

Menggigit dan menghisap cairan tanaman

Potensial sebagai vektor penyebar virus karena mudah terbawa angin

Siklus dari telur hingga dewasa selama 18-21 hari

Gejala :

Bercak keperakan di permukaan daun yang kelak berubah warna menjadi kecoklatan

Putik bunga tidak mekar sempurna, kering dan rontok

Penanggulangan

Kimiawi : semprotkan insektisida khusus thrips, seperti Dicarzol 25 SP 1-2 g/l , Regent 50 SC, Mesurol 50 WP

(5). Siput dan Keong Karakter :

Bersarang di media dan menyerang akar. Malam hari naik ke daun untuk memakannya

Intensitas serangan meningkat pada musim hujan

Gejala

Ada bekas lendir berwarna keperakan di permukaan daun

Daun,akar, dan bunga berlubang tidak beraturan. Akar bisa terpotong mulai dari pangkal

Penanggulangan

Mekanis: bersihkan gulma dan timbunan sampah, matikan setiap kali menemukan siput atau keong

Kimiawi: gunakan moluskisida, seperti Metapar 99 WP atau Bentan 45 WP, konsentrasi 1 g/l

(6). Kumbang gajah (Orchidophilus arterrimus)

Karakter :

Menyerang malam hari, siang hari bersembunyi di pangkal batang, ketiak daun atau pucuk

Yang terganas stadia larva

Meninggalkan luka-luka kecil di permukaan daun terutama di pucuk

Ada bercak hitam di tepi atau tengah daun

Batang berlubang, daun sobek sampai terlihat tulang daun

Penanggulangan

Mekanis : ambil dan bunuh kumbang pada malam hari akan lebih mudah, bersihkan pot dari kepompongdan telur kumbang dengan cara repoting dan ganti media

Kimiawi : semprotkan insektisida sistemik berbahan aktif imidalcropid atau profenos. Misal Confidor 5 WP, Regent 0,3 G. Taburkan carbofuran 3G pada kelopak daun termuda sebanyak 1- 2 g/pohon.

2). Penyakit

Ada tiga penyebab penyakit yaitu cendawan, bakteri dan virus. Penyakit pada anggrek muncul sejak bibit dalam botolan sampai tanaman dewasa. Gejalanya terjadi perubahan bentuk dan bisa menyebabkan kematian pada bagian tanaman, itu terjadi karena gangguan aktivitas fisiologis sehingga menghambat pertumbuhan.

Berdasarkan tingkat serangannya terbagi atas penyakit dengan serangan tinggi dan rendah. Serangan tinggi, sangat merusak karena menyerang system perakaran dan pangkal batang. Sedangkan serangan rendah hanya menimbulkan bercak kecil pada yang sudah tua.

 Namun, secara garis besar penyakit pada anggrek dikelompokan menjadi tiga jenis, yaitu penyakit yang menyebabkan layu, busuk dan bercak. Penyebabnya cendawan, bakteri dan virus.

(1). Busuk lunak (Erwinia coratovora)

Karakter

Penyebabnya adalah bakteri pembusuk yang mudah menular melalui air, alat pertanian atau tangan

Menyerang pada kondisi lembab, intensitas serangan tinggi pada musim hujan

Gejala :

Awalnya tanaman tampak layu, daun berwarna kuning pucat, melepuh, lembab dan berair. Kalau dipijit keluar cairan kuning berbau busuk

Serangan awal pada daun atau batang semu. Bagian itu terlihat besar, tetapi lembek. Bagian dalam berisi cairan seperti lendir atau lem yang lengket, berwarna putih agak kekuning-kuningan dan berbau menyengat.

Penanggulangan

Mekanis : potong daun terinfeksi. Buang media lama. Pot sebaiknya disterilisasi dengan formalin atau dibakar. Pisau bekas potongan disterilkan dengan cara merendam dalam air panas

Kimiawi : semprotkan Agrimycin 1-2 g/l atau Agrept 20 WP 1-2 g/l (2). Busuk hitam /black rot (Pythium ultimum)

Karakter :

        Banyak menyerang pada musim hujan

    Menyerang sejak bibit sehingga menimbulkan dumping off. Pada tanaman dewasa menyerang daun dan anakan baru

Penyebaran melalui air

Gejala :

Daun berbecak, basah, berwarna coklat kehitaman

Di sekitar perakaran dijumpai miselium cendawan berwarna putih

Akar terinfeksi keriput, berubah menjadi coklat dan ahkirnya putus.

Pengendalian

Mekanis : pakai media tanam yang sudah streril, hindari penyiraman berlebihan, potong bagian tanaman yang terserang

Kimiawi : untuk pencegahan, saat pemindahan seedling, celupkan ke larutan Previcur N dengan konsentrasi 2 mg/l, seminggu setelah tanam, semprotkan lagi Previcur 2mg/l

(3). Layu Fusarium (Fusarium oxysporum) Karakter :

Menginfeksi lewat perakaran dan berkembang di pembuluh batang

Gejala

Daun menjadi pucat kuning, kering dan melintir. Bagian atas tanaman layu dan mati

Akar membusuk dan pada rhizoma terdapat lingkaran keunguan yang diikuti pembusukan umbi batang sampai akhirnya tanaman

Pencegahan

Mekanis : ganti media. Potong bagian tanaman yang terserang agar tidak menyebar ke bagian lain

Kimiawi : semprotkan Derosal 500SC 1,5 ml/l, seminggu sekali

(4) Virus.

Ada 2 jenis virus yang sering menginfeksi anggrek, yaitu cymbidium mosaic virus (CyMV) dan odontoglossum ringspot virus (ORSV).

Karakter :

Menginfeksi lewat kontak secara mekanik, melalui pot dan media tanam bekas serta pisau pemotong.

Gejala

Berbeda tergantung jenis anggrek . Tanamanan yang terserang dapat menunjukkan gejala mosaik belang kuning, dan bercak bercincin. Pertumbuhan terhambat.

Pencegahan

Pisahkan, isolasi tanaman anggrek sakit dari tanaman sehat

Gunakan bibit sehat atau asal biji.

Desinfeksi pisau pemotong dengan 3 % Na3PO4

Sterilisasi media tanam, pot tanah dan besi penegak bekas dengan uap panas







Posting Komentar untuk "Pengendalian Hama dan Penyakit anggrek"