Pengertian Kultur Jaringan
Kultur jaringan merupakan salah satu teknik pembiakan tanaman. Kultur jaringan dalam bahasa asing disebut tissue culture. kultur yang artinya budidaya, sedangkan jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan fungsi sama. Maka kultur jaringan artinya suatu teknik membudidayakan jaringan tanamn baru yang lengkap dan mempunyai sifat seperti induknya, sedangkan menurut Nurheti Yuliarti, 2010, kultur jaringan dalah teknik perbanyakan tanaman dengan memperbanyak jaringan mikro tanaman yang ditumbuhkan secara invitro menjadi tanaman yang sempurna dalam jumlah tidak terbatas.
Pembiakan dengan kultur jaringan dilakukan dengan mengambil bagian tanaman seperti sel, jaringan, atau organ, kemudian menumbuhkan secara aseptik (suci hama) menggunakan media buatan yang dilakukan di tempat steril sehingga bagian tanaman tersebut memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman yang lengkap.
pembiakan dengan teknik kultur jaringan dianjurkan menggunakan bagian tanaman yang masih muda. meskipun pada prinsipnya semua jenis sel dapat ditumbuhkan, akan tetapi bagian tanaman yang masih muda lebih cepat tumbuh. bagian bagian yang mudah tumbuh ini adalah bagian meristem, organ tanaman yang sifat pertumbuhannya agresif, misalnya daun muda, ujung akar, keping biji dan lainnya
Penyiapan laboratorium dan peralatan
Keberhasilan proses kultur jaringan sangat dipengaruhi oleh sarana dan prasarana yang tersedia, yaitu
- laboratorium
- peralatan
- rumah kaca
- persemaian / pertumbuhan / inkubasi
Laboratorium kultur jaringan berfungsi untuk mengakomodasi semua kegiatan kultur jaringan. Oleh karena itu diusahakan mempunyai lingkungan aseptik dan terkendali. Laboratorium merupakan salah satu unsur penting yang ikut menentukan keberhasilan perbanyakan bibit dengan teknik kultur jaringan. Berikut adalah faktor yang harus diperhtikan dalam membuat laboratorium kultur jaringan adalah lokasi laboratorium dan penataan ruangna laboratorium.
seleksi ruang laboratorium hendaknya mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut
- lokasi tidak berada didaerah berdebu, seperti dekat pabrik semen, stasiun kereta api atau terminal bus
- berlokasi di daerah yang tidak berangin kencang, terlalu kering/ langka sumber air, jauh dari tempat pembuangan sampah
- lokasi yang baik adalah berada didaerah bebas polusi/lingkungan bersih
kelebihan dan kekurangan kultur jaringan
kelebihan pembiakan tanaman dengan metode kultur jaringan adalah dapat memperbanyak tanaman tertentu yang sangat sulit dan lambat jika diperbanyak secara konvensional, diperoleh bibit dalam jumlah banyak dalam waktu singkat, perbanyakan tidak memerlukan tempat yang luas , dapat dilakukan sepanjang tahun tanpa mengenal musim, bibit yang dihasilkan lebih sehat, dapat memanipulasi genetik, dan biaya pengangkutan bibit lebih murah
kelemahan kultur jaringan adlah dibutuhkan biaya investasi awal yang relatif besar untuk pengadaan laboraturium, dibutuhkan keahlian khusus untuk mengerjakannya, tanaman yang dihasilkan berukuran kecil dengan kondisi aseptik, tanaman yang dihasilkan berukuran kecil dengan kondisi aseptik, tanaman terbiasa di lingkungan dengan kelembapan tinggi, relatif memerlukan perlakuan khusus setelah aklimatisasi, perlu penyesuaian kembali ke lingkungan luar.
disamping hal diatas, permasalahan yang biasa terjadi dalam kultur jaringan sebagai berikut:
1. sterilisasi
sterilisasi adalah kegiatan yang sangat menentukan kultur jaringan. jika sterilisasi gagal, kegiatan selanjutnya tidak bermanfaat.
2. Kontaminan
ketidaksterilan dapat menyebabkan media kultur terkontaminasi bakteri atau cendawan, sehingga tanaman tidak dapat tumbuh dengan optimal
3. Browning
browning biasanya muncul pada tanaman atau tanaman yang memiliki kandungan alkaloid. browning muncul karena sterilisasi eksplan tidak bersih
4. Viabilitas / daya tumbuh
setiap tanaman memiliki daya tumbuh berbeda-beda. daya tumbuh ini dipengaruhi oleh komposisi media. bila komposisi media Murashige Skoog (MS) tidak dapat tumbuh, perlu mencari formula lain dengan sistem berbeda-beda.
5. Aklimatisasi
aklimatisasi adalah proses pengeluaran tanaman kultur dari dalam botol kultur ke lingkungan luar. hal ini yang terpenting dalam proses aklimatisasi adalah penyesuaian lingkungan.
Manfaat kultur jaringan tanaman
Pembiakan tanaman dengan teknik kultur jaringan memiliki tujuan untuk memproduksi tanaman dalam jumlah besar dalam waktu relatif singkat terutama untuk varietas unggul yang baru dihasilkan. selain itu kultur jaringan juga dimanfaatkan untuk tujuan pemuliaaan tanaman dengan tujuan menghasilkan tanaman baru sesuai yang kita inginkan
Posting Komentar untuk "Teknik Kultur Jaringan"
Posting Komentar