Agribisnis Pertanian
Agribisnis Pertanian
Sistem pertanian di berbagai belahan dunia telah mengalami evolusi sepanjang abad sebagai dampak kemajuan teknologi dan meningkatnya pengetahuan manusia. Diawali dengan kegiatan berburu dan mengumpulkan makanan sistem pertanian berkembang menjadi pertanian primitif, pertanian tradisional, hingga ke pertanian modern.
Pertanian tradisional ditandai sejak manusia mulai menetap dan berladang pada satu lokasi. Sistem pertanian ini merupakan model pertanian yang masih sangat sederhana yang sifatnya ekstensif dan tidak memaksimalkan penggunaan input seperti teknologi, pupuk kimia, dan pestisida. Hasil pertanian yang diperoleh sangat tergantung pada kesuburan tanah, ketersediaan air, iklim dan topografi.
Sistem pertanian tradisional merupakan sistem pertanian insentif yang menitik beratkan pada salah satu jenis tanaman tertentu dengan memanfaatkan inovasi teknologi dan penggunaan input luar yang tinggi untuk memperoleh output yang lebih tinggi dalam waktu yang relatif singkat.
Pertanian modern (revolusi hijau) diakui telah membawa kemajuan pesat bagi pembangunan pertanian. Sistem ini telah berhasil merubah wajah pertanian dunia, tak terkecuali Indonesia. Dalam beberapa dekade terakhir telah terjadi peningkatan produksi pertanian yang cukup signifikan sebagai hasil dari revolusi hijau.
Pengertian Agribisnis
Agribisnis adalah bisnis berdasar usaha pertanian atau bisa juga usaha lain yang mendukungnya. Istilah agribisnis sendiri berasal dari bahasa inggris agibusiness yang berarti lakuan dari agriculture (pertanian) dan business (bisnis). bisnis ini berfokus pada tumbuhan,hewan, ataupun organisme lainnya.
Terdapat 4 fungsi utama agribisnis, yaitu sebagai kegiatan pengadaan dan penyaluran sarana produksi, kedua sebagai kegiatan produksi primer ( budidaya ), lalu sebagai pengolahan ( agroindustri ) dan terakhir pemasaran.
Posting Komentar untuk "Agribisnis Pertanian"
Posting Komentar