PENYIAPAN MEDIA TANAM
Media tanam
Media tanam adalah media yang digunakan untuk menumbuhkan tanaman
Macam Media Tanam
- Media tanam Lahan basah
- Media tanam lahan kering
- Media tanam pot/polibag
- Media tanam metode lain
- Media tanam pertanian organik
- Media tanam Lahan basah
Contoh lahan basah:
- Rawa
- Lahan gambut
- Sawah tadah hujan
- Tambak
- lebak
B. CIRI-CIRI LAHAN BASAH
- Memiliki kadar air tinggi
- Memiliki Tekstur tanah lunak dan kadang berliat
- Wilayah yang subur
- Muka tanah air dangkal
- Habitat tumbuhan air dan tanaman bakau
C. KARAKTERISTIK LAHAN BASAH
- Kondisi tergenang air musiman atau permanen
- Kandungan bahan organik tinggi (terutama di gambut)
- Tekstur tanah lembek dan jenuh air
- Rentan terhadap keasaman dan kekurangan oksigen tanah
- Potensi air melimpah, namun drainase buruk
D. Kelebihan dan kekurangan lahan basah
Kelebihan
- Tanah pada lahan basah berasal dari bahan organik yang subur dan kaya nutrisi yang dibutuhkan beberapa jenis tanaman
- Potensi pengembangan budidaya pertanian, perikanan, dan kehutanan yang dapat saling bersinergi diatas lahan basah semakin besar
- Inovasi pada lahan basah dapat meningkatkan produktivitas hasil panen yang diperoleh
- pertanian berkelanjutan dapat diwujudkan dengan memanfaatkan lahan-lahan yang sebelumnya belum digarap
Kekurangan
- Perlu adanya tata kelola lahan dan air yang berbeda dengan budidaya pertanian agar sesuai dengan kebutuhan tanaman
- Perlu pengolahan tanah untuk menyesuaikan pH tanah yang cocok bagi budidaya beberapa komoditas tanaman
- Pembukaan lahan gambut untuk pertanian yang dilakukan dengan pembakaran memberikan dampak negatif terhadap kerusakan alam
- Rawan serangan hama dan penyakit yang cukup tinggi pada tanaman budidaya
- Keterbatasan modal untuk mengelola lahan basah
- Perlu tenaga kerja tambahan untuk menggarap lahan
2. Media Tanam Lahan Kering
Lahan kering merupakan jenis lahan yang memiliki kandungan air yang sedikit atau rendah, bahkan dalam keadaan ekstrem akan menjadoi gersang dan tidak terdapat sumber air yang mengairi daerah ini.
Karakteristik: memiliki masa pertanaman 1-179 hari, memiliki 3 tipe iklim, curah hujan kurang merata, tidak memiliki fasilitas pengairan alami maupun buatan, ketinggian daerah 500-1500 mdpl, tingkat kesuburan rendah.
klasifikasi lahan kering:
- lahan garapan
- lahan permanen: ladang, tegalan, kebun, pekarangan,
- lahan penggembalaan
Bentuk - bentuk pemanfaatan lahan kering
- kegiatan pertanian
- ketahanan swasembada pangan
- pengendalian erosi tanah
- meningkatkan perekonomian
strategi pengolahan lahan kering
- identifikasi lahan yang sesuai
- ameliorasi tanah (memperbaiki kualitas tanah agar produktifitasnya dapat ditingkatkan)
- peningkatan produktifitas lahan serta produksi tanaman berkelanjutan
- teknologi rain harvesting (embung)
- efisiensi penggunaan air
Tahapan penyiapan media tanam lahan kering:
- Sanitasi
- Pengolahan tanah
- Pembuatan bedengan
- Pemasangan mulsa (organik dan anorganik)
3. Media Tanam Polibag/Pot
pot/polibag adalah salah satu tempat untuk menanam yang banyak digunakan oleh petani atau para penggemar tanaman.
Persyaratan media tanam polibag:
- Menyediakan ruang tumbuh untuk akar
- memiliki unsur hara yang tinggi
- memiliki porositas yang tinggi
- bebas hama dan penyakit
- mengandung mikroorganisme bermanfaat
- mengandung 3 campuran penting
Jenis media tanam pot/polibag:
- Organik: sekam padi (sekam mentah/sekam bakar), pupuk kandang, cocopeat (sabut kelapa), kompos, batang pakis, humus, mos, arang.
- Anorganik: pasir, kerikil, batu merah, spons (floral foam), Hydrogel, vermikulit, gabus (styrofoam), perlite, tanah liat, hidroton,
Tahapan penyiapan media tanam polibag:
- Pencampuran media tanam komposisi: tanah : pupuk kandang : sekam = 2:1:1 atau 1:1:1
- Pengadukan
- Masukkan media tanam ke polibag
- Pemberian pupuk dan dolomit

Posting Komentar untuk "PENYIAPAN MEDIA TANAM"
Posting Komentar