PENYIAPAN BIBIT

 


SARANA DAN PRASARANA PEMBIBITAN

ALAT PEMBIBITAN KONVENSIONAL

  1. Cangkul, merupakan alat pertanian yang digunakan menggemburkan tanah serta mengaduk pupuk. perawatan cangkul saat pemakaian yaitu tidak mengenai batu biar tidak retak, ketika membongkar tanah posisi cangkul kurang lebih 75% . perawatan cangkul setelah pemakaian: membersihkan setiap bagian mata cangkul baik tangkai cangkul maupun mata cangkul, setelah dibersihkan cangkul dikeringkan dibawah matahari atau diangin - anginkan.garpu tanah, digunakan untuk membalikkan tanah yang berada dibagian bawah akan terangkat keatas dan sebaliknya.
  2. Sekop yang berfungsi untuk mencampur tanah dengan pupuk kandang dengan mengikis gundukan tanah serta pupuk kandang sedikit demi sedikit hingga tercampur merata.
  3. Sprayer berfungsi memecah cairan, suspensi atau larutan menjadi butiran cairan (droplet). jenis sprayer: motor sprayer, knapsack sprayer dan CDA sprayer.
  4. Gembor, digunakan untuk menyiram tanaman dan bibit pada proses pembibitan.
  5. Pisau okulasi, pisau khusus yang digunakan untuk melakukan okulasi atau stek pada batang tanaman yang halus dan kecil.
ALAT PEMBIBITAN MODERN
  1. autoclave, alat pemanas tertutup yang berguna untuk mensterilkan benda atau bahan menggunakan uap bersuhu serta tekanan tinggi (121 derajad C, 15 lbs) selama sekitar 15 menit. cara merawat autoclave: menggunakan alat sesuai prosedur, menggunakan aquades, tidak membiarkan air didalam terlalu lama, memperhatikan kestabilan listrik, memasukkan takaran air yang tepat.
  2. laminar air flow, alat lab untuk kultur jaringan alat ini bekerja dengan mengalirkan udara steril secara terus menerus melewati beberapa komponen sampai tempat yang digunakan akan bebas dari debu, kotoran, virus, serta spora penyebab terjadinya kontaminasi.
  3. Timbangan, digunakan untuk mengukur massa suatu benda.
  4. Destilator, digunakan untuk memisahkan bahan berdasarkan perbedaan kecepatan atau merupakan proses penyulingan bahan.
  5. sheker, digunakan untuk mencampurkan (homogen) larutan yang ditempatkan pada labu erlenmeyer atau media lainnya.
  6. pH meter, digunakan untuk mengukur pH sampel.
  7. alat-alat diseksi, merupakan sterilisasi alat yang digunakan.

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)

K3 merupakan suatu usaha untuk mengembangkan kerja sama, sikap pengertian, serta partisipasi yang efektif dari pengusaha dan tenaga kerja untuk melaksanakan tugas dan kewajiban pada bidang keselamatan dan kesehatan kerja agar mencapai keberhasilan usaha produksi.

Tujuan K3 menciptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif.

Istilah jenis bahaya
1. Hazard (berkaitan dengan sumber bahaya)
2. Danger (berkaitan dengan tingkat bahaya)
3. Risk (perkiraan tingkat keparahan yang akan timbul jika terjadi bahaya dalam siklus tertentu)
4. Incident (munculnya kejadian bahaya atau kejadian yang tidak diinginkan)
5. Accident (kejadian bahaya yang disertai adanya korban atau kerugian (manusia ataupun benda)

Bahaya dibagi menjadi 3 jenis
  1. bahaya jenis kimia
  2. bahaya jenis fisika
  3. bahaya jenis proyek/pekerjaan

Penerapan K3 dalam proses pembibitan tanaman:
  1. Peralatan pelindung diri (pakaian kerja, alat pelindung diri)
  2. Semua peralatan dan mesin harus memiliki syarat-syarat: memenuhi keselamatan kerja, digunakan untuk pekerjaan yang dirancang, dioperasikan oleh pekerja yang kompeten, perkakas dan mesin harus memiliki desain dan kontruksi yang baik, mesin harus rutin diperiksa, tersedia instruksi dan informasi yang jelas, perlatan dirancang agar mudah dan aman, terdapat fasilitas perbaikan dan tersedia fasilitas perbaikan yang lengkap.
  3. peralatan tangan: alat pemotong harus terbuat dari baja berkualitas, alat pemotong harus terpasang aman ditangkai, tangkai harus memberikan genggaman yang kuat, alat harus sesuai pekerjaan, alat yang digunakan di masukkan sarung pengaman.

Kriteria penanganan benih:
  1. memberikan perlakuan pada benih
  2. melakukan pengemasan
  3. melakukan penyimpanan
  4. melakukan admisnistrasi proses penanganan benih

PEMBIAKAN TANAMAN

Pembiakan adalah sebuah tahap pelipat gandaan sel serta organisme sehingga dengan pembiakan akan terjadi pertambahan jumlah dan pelestarian sifat penting tanaman.

Pembiakan ada 2 vegetatif dan generatif.

PENGERTIAN
Pembiakan vegetatif adalah proses perkembangbiakan tanaman menggunakan berbagai bagian tanaman untuk menghasilkan tanaman baru yang memiliki sifat sama dengan induknya.

Pembiakan vegetatif ada 2:
  1. Pembiakan alami: pembiakan tanaman yang mana tanaman baru (muda) tumbuh serta berkembang dari bagian - bagian vegetatif tanaman induknya. pembiakan alami menggunakan biji apomiksis (perkawinan tidak sempurna yakni tidak terjadi penyatuan sel jantan dan betina) serta organ khusus tanaman (bagian vegetatif tanaman yang mengalami modifikasi dari proses perkembangan yang seharusnya) Ex. stolon, tubers, runner, corms, suckers dan rhizomes.
  2. Pembiakan buatan: usaha perbanyakan jenis2 tanaman tertentu yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Macam - Macam pembiakan vegetatif
  1. perangsangan pembentukan akar serta tunas adventif (penyetekan (cutting) dan pencangkokan (layering))
  2. penyambungan dua bagian vegetatif tanaman (penyambungan (grafting) serta penempelan (layering))
  3. perbanyakan mikro dilakukan melalui teknik kultur jaringan.
Keuntungan: hasil seragam dan identik dengan tanaman induk, terhindar dari penyakit tanah, penyediaan tanaman menjadi lebih cepat, bibit lebih murah, kemungkinan tanaman heterozigot diperoleh tanpa adanya perubahan genetik.

Kerugian: penyakit/virus yang memiliki sifat sistematik akan tetap tersebar pada tanaman hasil perbanyakan, kebutuhan bahan perbanyakan sangat banyak dan relatif mempersulit pengangkutan, turunan yang identek memudahkan terserang hama dan penyakit, penerapan teknik mekanisasi pelaksanaan perbanyakan sulit dilakukan, bahan perbanyakan sulit untuk disimpan.

Peran pembiakan vegetatif

  1. Terdapat banyak tanaman hortikultura yang tidak menyerupai induknya jika dibiakkan dengan biji/seksual.
  2. Tanaman hortikultura hanya sedikit yang menghasilkan biji. ex. pisang, nanas, dan apel.
  3. Beberapa tanaman hortikultura dapat bertahan hidup dalam lingkungan yang buruk atau tidak mendukung.
  4. Beberapa tanaman hortikultura lebih ekonomis jika di biakkan menggunakan metode vegetatif. ex. kentang, strobery, pisang.

JENIS PEMBIAKAN VEGETATIF ALAMI

  1. Tunas/anakan: bagian tumbuhan yang baru tumbuh dan jika ditanam akan tumbuh menjadi tanaman baru. ex. cemara, bambu, pisang, tebu, cocor bebek, dan sukun.
  2. Umbi: bagian tanaman yang membengkak didalam tanah karena menyimpan cadangan makanan. Ada 3: umbi lapis (bawang merah, bawang putih, bawang bombai, bunga bakung, bunga lili, dan gladiol), umbi batang (ubi jalar, talas dan kentang) dan umbi akar (lobak, wortel, singkong, bengkoang, serta bunga dahlia).
  3. Geragih: batang yang menjalar diatas permukaan tanah dan apabila batang tersebut tertimbun dengan tanah, akan tumbuh menjadi tanaman baru. ex. arbei, strobery, pegagan, dan enceng gondok.
  4. Stolon: menyerupai perkembangbiakan geragih dan rhizoma, namun perbedaannya terletak pada batang yang menjalar berada dipermukaan tanah. ex. rumput teki dan rumput bermuda.
  5. Rizhoma: batang tumbuhan yang tumbuh menjalar di bawah permukaan tanah dan dapat menghasilkan tunas serta akar baru dari bagian ruas - ruasnya. ex. kunyit, jahe, lengkuas.

JENIS PEMBIAKAN VEGETATIF BUATAN

  1. Cangkok: merupakan salah satu jenis pembiakan vegetatif buatan yang dilakukan oleh petani. kualitas tanaman sama seperti induknya, namun tidak memiliki akar tunggang dan tumbuhnya tidak terlalu tinggi. ex. jambu, jeruk, dan mangga.
  2. Okulasi (budding): teknik menempel merupakan salah satu teknik perbaikan kulaitas tanaman yang dilakukan dengan menempelkan mata tunas dari tanaman unggul ke batang tanaman lain.
  3. Setek (cutting): perbanyakan tanaman yang dilakukan secara vegetatif dengan memotong organ dari induk dan di tanam di media lain agar dapat tumbuh akar dan tunas batang. Macam stek: stek batang, daun, akar, umbi.
  4. Menyambung (Grafting): metode penggabungan batang bawah dan batang atas dari tanaman berbeda sehingga dapat tercipta kombinasi dan persenyawaan yang akan terus tumbuh membentuk tanaman baru.
  5. Merunduk (layerage): cara perbanyakan yang dilakukan pada tumbuhan bercabang panjang dengan merundukkannya ke dalam tanah.

PERKEMBANGBIAKAN GENERATIF

Alat perkembangbiakan generatif pada tanaman terdapat di bagian bunga. Secara umum bagian bungan terdiri atas benang sari, putik, mahkota, bakal biji, kelopak, dasar bunga, serta tangkai bunga.

CARA PERKEMBANGBIAKAN GENERATIF
  1. Perkembangbiakan anemogami: merupakan perkembangbiakan yang dibantu angin.
  2. Perkembangbiakan zoidiogami: cara perkembangbiakan dibantu oleh hewan.
  3. Perkembangbiakan hidrogami: perkembangbiakan tanaman yang dibantu oleh air.
  4. Perkembangbiakan antropogami: perkembangbiakan tanaman yang dibantu oleh manusia.

PEMILIHAN BENIH
Benih bermutu dikelompokkan menjadi: Benih bermutu secara fisik, benih bermutu secara fisiologis, benih bermutu secara genetik, benih bermutu secara patologis.

Persyaratan benih yang baik: bersih dari kotoran, berisi atau bernas, memiliki warna cerah, ukuran benih normal dan seragam.

Benih bermutu dikelompokkan menjadi: Benih bermutu secara fisik, benih bermutu secara fisiologis, benih bermutu secara genetik, benih bermutu secara patologis.

Klasifikasi kelas benih:
  1. Benih penjenis (BS/breeder seed/label kuning)
  2. Benih dasar (BD/foundation seed/label putih)
  3. Benih pokok (BP/stock seed/label ungu)
  4. Benih sebar (BR/extension seed/label biru)

CARA MENGHITUNG KEBUTUHAN BENIH
Kebutuhan benih = luas lahan/jarak tanam X 100/daya tumbuh X jumlah tanaman per lubang X berat 1000 benih/1000

Posting Komentar untuk "PENYIAPAN BIBIT"