PENANAMAN

 PENANAMAN


Penanaman yaitu proses pemindahan tanaman dari tempat persemaian ke lahan tempat budidaya tanaman.

POLA TANAM

Pola tanam adalah usaha penanaman pada sebidang lahan dengan mengatur susunan tata letak dan tata urutan tanaman selama periode waktu tertentu, termasuk masa pengolahan tanah dan masa bera atau tidak ditanam selama periode tertentu


Jenis pola tanam

1. Pola tanam monokultur yaitu pola tanam yang dilakukan dengan menanam satu jenis tanaman pada suatu lahan dalam satu periode.


Kelebihan: mudah teknis penanamannya kekurangan: mudah terserang hama dan penyakit


2. Pola tanam polikultur yaitu pola pertanian dengan banyak jenis tanaman yang dibudidayakan dalam satu bidang lahan yang tersusun secara terencana dan menerapkan aspek lingkungan yang lebih baik.

Kelebihan: mengurangi serangan OPT, memutuskan siklus hidup hama dan penyakit, menyuburkan tanah, hasil panen beragam

Kekurangan: persaingan unsur hara


Jenis-jenis pola tanam polikultur:

Tumpang sari (intercropping), Tumpang gilir (multiple cropping), Tanaman bersisipan (relay cropping), Tanaman bergiliran (sequential planting), dan Tanaman campuran (mixed cropping)


Perbedaan pola tanam:

1. polikultur meningkatkan efisiensi, monokultur tidak.

2. polikultur dapat mengendalikan populasi jenis tanaman yang di tanam, monokultur tidak karena hanya 1 tanaman.

3. polikultur ditanami lebih dari 1 tanaman, monokultur 1 tanaman.

4. polikultur jikalau 1 tanaman gagal terdapat peluang dari tanaman lain, monokultur tidak.

5. polikutur kombinasi dari beberapa tanaman menciptakan stabilitas biologis, sehingga memperkecil resiko diserang hama penyakit. monokultur tidak.


Keuntungan penerapan pola tanam:

1. Terjadi efisiensi penggunaan TK

2. Dapat memberikan keuntungan dalam jangka waktu tertentu, baik dari segi pengolahan lahan maupun segi ekonomis.

3. Hasil dari pola tanam memberi produktifitas tinggi.

MEMBUAT LUBANG TANAM

Lubang tanam: tempat tumbuhnya bibit atau benih tanaman yang akan di budidayakan

Manfaat lubang tanam: meningkatkan kesuburan tanah, menjadikan kondisi fisik tanah baik dan terhindar dari hama penyakit tanaman.


Alat bantu pembuatan lubang tanam: sekop, cangkul, petorak, alat tugal tradisional, mesin bor tanah.

Pedoman mengolah lubang tanam: menggali lubang, sterilisasi tanah, menambahkan kompos/pupuk kandang, menambahkan kapur dolomit (jika diperlukan), dan menambahkan mikroorganisme penangkal hama dan penyakit.


TEKNIK PENANAMAN

1. Jarak tanam, tujuannya: memberi ruang tanaman untuk tumbuh, mengetahui jumlah benih/bibit yang diperlukan, menekan pertumbuhan gulma, mengoptimalkan penyerapan cahaya matahari,air, dan unsur hara, dan mempermudah mengelola lahan.

Faktor yang mempengaruhi jarak tanam: jenis tanaman, kondisi iklim mikro di sekitar tanaman, bentuk wilayah (topografi), kerapatan tanaman yang dikehendaki, kesuburan tanah, keadaan kandungan air tanah, tujuan pengusahaan tanaman.

2.Pengaturan jarak tanam, ada beberapa jenis: baris tunggal (single row), baris rangkap (double row), bujur sangkar (on the square), sama segala penjuru (equidistan), persegi panjang, dan heksagonal atau segitiga. jumlah tanaman setiap lubang: antara 1-3 benih tergantung tanaman

3. kedalaman menanam: kedalaman tanam disesuaikan jenis tanaman yang dibudidayakan.


CARA MENANAM

Kriteria benih berkualitas:

1. Benih sudah masak secara fisiologis dan berisi,

2. fisik benih baik dan berkualitas,

3. benih berasal dari kebun benih dari pohon yang memiliki kualitas unggul,

4. benih tahan terhadap hama dan penyakit,

5. benih memiliki daya kecambah yang tinggidan memiliki persentase hidup yang tinggi.


Ciri-ciri bibit yang berkualitas baik dan siap

dipindah tanamkan:

1. bibit terlihat segar dan sehat

2. daunnya sehat dan baik

3. bibit tahan terhadap penyakit

4. bibit memiliki bentuk perakaran yang kuat

5. bibit memiliki batang tunggal dan pangkal batang berkayu. batangnya lurus dan tidak patah


Cara menanam benih: penanaman dilakukan secara bersamaan dengan pembuatan lubang tanam.

Cara menanam bibit:

1. bibit ditanam secara tegak dalam lubang tanam. sistem perakaran diatur agar akar tumbuh kesegala arah sehingga tanaman menyerap air dan nutrisi dari dalam tanah dengan optimal.

2. tanah galian lubang dimasukkan kembali ke dalam lubang tanam sambil dipadatkan agar bibit dapat berdiri tegak dan kokoh

3. pastikan pangkal akar tidak terkubur didalam tanah dan tetap pada permukaan tanah.


PENYULAMAN

Tujuan penyulaman untuk memastikan bahwa jumlah populasi tanaman sesuai dengan perencanaan proses penanaman.

Waktu yang ideal untuk melakukan penyulaman yaitu antara 8-10 hari setelah penanaman. benih/bibit yang digunakan harus sejenis dengan yang di tanam.


Manfaat penyulaman: menjaga jumlah dan kerapatan tanaman agar penggunaan lahan maksimal, segera mengganti tanaman yang rusak atau mati dengan tanaman baru agar seluruh tanaman dapat dipanen serentak, petani mudah mengganti tanaman yang tidak sehat melalui penyulaman, jika petani rutin melaksanakan pemantauan dan perawatan tanaman maka kualitas dan kuantitas hasil panen akan meningkat.


Cara penyulaman:

1. menentukan tempat yang perlu dilakukan penyulaman

2. pembuatan lubang tanam

3. memasukkan bibit/benih ke dalam lubang tanam yang diberi insektisida butiran (furadan 36) sebanyak 5-7 butir perlubang tanam.

4. lubang tanam dikubur menggunakan tanah atau pupuk kandang

5. penyulaman yang tepat waktu dan pelaksanaannya yang cermat akan menghasilkan pertumbuhan tanaman secara optimal dan seragam,


PENANAMAN KOMODITAS SAYUR

Pola tanam tanaman bayam (Amaranthus sp.)

tanaman sayur yang berasal dari daerah Amerika tropik. termasuk famili Amaranthaceae.

Morfologi tanaman bayam: akar, batang, daun, bunga dan biji.

Syarat tumbuh: didaerah tropis dan sub tropis, dataran rendah hingga ketinggian 200 mdpl, dengan pH 6-7. ideal suhu sekitar 35-40 derajad celcius.


jenis-jenis bayam:

1. Bayam cabut (amaranthus tricolor L.): bayam varietas lokal (giji hijau dan giji merah), dan impor (cummy, green lake, spark, trayful).

2. Bayam petik atau bayam tahunan (Amaranthus hybridus L): amaranthus hybridus var. caudatus L, amaranthus hybridus var paniculatus L, bayam petik lokal (bayam maksi, raja, skop, betawi)

Pola tanam bayam dapat menggunakan monokultur dan polikultur. sistem monokultur biasanya di gunakan untuk bayam cabut, sedangkan polikutur untuk tumpang sari.

Posting Komentar untuk "PENANAMAN"